Selasa, 06 November 2012

SEJARAH AGAMA HINDU

AGAMA HINDU

Masuknya  Agama Hindu Di Indonesia
Berdasarkan beberapa ahli, diperkiraan agama hindu datang dan berkembang di Sungai shindu diindia. Di sungai ini para orang menerima Wahyu dari Hyang Widhi dan diabadikan dalam kitab suci Wedha, berasal dari lembah sungai Sindhu. Ajaran agama hindu menyebar keselurh dunia yaitu: India, Asia, Tiongkok, Jepang daan akhirnya ke Indonesia..
Beberapa teori pendapat tentang masuknya Agama Hindu di Indonesia
1.Krom (Ahli – Belanda) dengan teori  Waisya



















Dalam buku yang ditulisnya yang berjudul “Hindu Javanesche Geschiedenis” menyatakan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia adalah melalui jalan damai yang dilakukan oleh sekelompok pedagang Waisya India
2.Mookerje (Ahli – India )
menyatakan masuknya Hindu ke Indonesia dengan pengaruh Hindu dari India dengan armada yang cukup banyak, Setelah sampai di Pulau Jawa (Indonesia) mereka membangun Koloni-koloni untuk memajukan usaha mereka, dari wilayah inilah mereka sering berhubungan dengan India. Kontak yang berlangsung lama sekali ini maka masuklah Agama Hindu ini terjadi Di Indonesia.

3. Bosch (Ahli - Belanda)




mengatakan pengaruh kaum Kesatria sangatlah besar dengan masuknya Agama Hindu Di Indonesia. Menyusulnya kebudayaan Hindu dibawa oleh para Rohaniwan Hindu Ke Indonesia.
Data Peninggalan Budaya Hindu Di Indonesia
Disebutkan Rsi Agastya menyebarkan Agama Hindu dari India ke Indonesia, data yang ditemukan pada beberapa Prasasti di Jawa dan di Bali bahwa Agastya menyebarkan Agama Hindu Ke Indonesia  melalui Sungai Gangga, Yamuna, India Selatan dan India Belakang. Karena itu besar pengaruh Budaya Hindu di Indonesia ini berperan besar dalam penyebaran Budaya Hindu Adalah Rsi Agastya. Maka namanya disucikan didalam Prasasti berikut:





A.      Prasasti Dinoyo (Jawa Timur)




Prasasti ini bertahun caka 628, dimana di pimpin oleh raja yang bernama “Gajahmada”.
Gajahmada sendiri membuat Pura suci untuk Rsi Agastya, maksud tujuan dibuat pura suci tersebut untuk memohon kekuatan suci dari Rsi Agastya.

B. Prasasti Porong (Jawa Barat)




Prasasti ini bertahu caka 785, juga memuja Rsi Agastya bertujuan mengingat kemuliaan dan jasa jasa beliau yang berpengaruh terhadap penyebaran Agama dan Budaya Hindu di Indonesia. Istilah yang diberikan beliau antara lain : Agastya Yatra, Artinya perjalanan Rsi Agasty yang tidak kenal kembali dalaam pengabdia kepada Dharma.
Pita Negara artinya Bapak dari lautan karena dia mengarungi lautan luas demi untuk Dharma.
Agama Hindu Di Indonesia
Masuknya agama Hindu Ke indonesia terjadi pada awal masehi, ini dapat diketahui dengan adanya bukti yang tertulis pada benda-benda bersejarah peninggalan Budaya Hindu pada Abad ke 4 Masehi, dengan  di ketemunya Yupa peninggalan Kerajaan Kutai di kalimantan. Dari tujuh Yupa didapatkan keterangan-keterangan mengenai kehidupan masa lalu keagamaan pada waktu itu, “Yupa” didirikan untuk mengingat dan melaksanakan yadnya oleh “Mulawarman”. Kesimpulan yang lain mengatakan bahwa Raja Mulawarman melakukan  yadnya ditempat suci untuk memuja dewa Siwa, tempat itu disebut “Vaprakeswara”.

Masuknya agama Hindu di Indonesia sengat membuat perubahan yang besar, yang misalnya berakhir prasejarah Indonesia, berubahnya religi dulu ke kehidupan beragama yang menyembah Tuhan YME dengan Kitab Suci Veda dan muncul juga kerajaan yang mengatur kehidupan dan wilayah. Disamping itu Kerajaan Kutai (Kalimantaan Timur), Agama Hindu sama berkembang di Jawa Barat sekitar Abad Ke 5 dengan diketemukan 7 Prasasti yaitu :

1.Prasasti Ciaruteun




2.Kebon Kopi



3.Jambu




4.Pasir Awi

5.Muara Ciaten



6.Tugu


Semua prasasti tersebut berbahasa Sansekerta dan memakai huruf Pallawa.

Dari Prasasti tersebut yang didapatkan bahwa Raja Purnawaman adalah Raja Tarumanegara yang beragama hindu. Dia raja yang berani dan gambar lukisan kakinya disamakan dengan tapak kaki Dewa Wisnu.

Hal yang lain ditemukan di Jawa Barat adalah ditemukan perunggu di Cebuya yang digunakan untuk atribut Dewa Siwa dan perkiraan dibuatnya Perunggu tersebut pada saat masa Raja Tarumanegara. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka Raja Purnawaman adalah pemeluk Agama Hindu dengan menyembah Tri Murti sebagai manifestasi dari Tuhan YME. Berikutnya Agama hindu berkembang  juga di Jawa Tengah dengan terbukti adanya Prasasti Tukmas di Lereng Gunung Merbabu. Prasasti Tukmas berbahasa sansekerta memakai huruf Pallawa dan berjenis muda dari prasasti Punawarman. Prasasti ini yang memakai atribut Dewa Tri Murti, yaitu:



1.Teratai Kendi
2.Teratai Cakra
3.Teratai Kapak dan Bunga
4.Teratai Mekar

Diperkirakan berasal tahun 650 masehi.


Pernyataan lain mengatakan dalam prasasti  Canggal dikeluarkan oleh Raja Sanjaya pada tahun 654 Caka (576 masehi), dengan Candar Sengkala yang berbunyi “SRUTI INDRIYA RASA” yang isinya memuat tentang pemujaan Dewa Siwa, Dewa Wisnu, dan Dewa Brahma sebagai TRI MURTI.
Dan adanya Candi  Arjuna dan Candi Srikandi di wilayah daratan tinggi Dieng dekat Wonosobo abad ke 8 masehi dan Candi Prambananan didirikan pada tahun 856 masehi. Merupakan bukti kuat adanya perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah.
Setelah itu agama Hindu berkembang juga di Jawa Timur yang membuktikan adanya prasasti (Dinoyo) yang berada dekat kota Malang yang berbahasa sansekerta dan memakai huruf Jawa Kuno.


Pada akhir abad ke 13 berakhirlah masa singosari dan muncullah kerajaan Majapahit, merupakan masa-masa berjayanya budaya Hindu dan Agama Hindu di Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan berdirinya bangunan suci yaitu bangunan suci terbesar di Jawa Timur disamping itu muncul juga buku Negarakerta agaman.

Selanjutnya agamaa Hindu berkembang juga di Bali, Kedatangan Hindu di Bali kira-kira pada abad ke 8. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya prasasti-prasasti di Bali dan adanya juga Arca Siwa dan Pura Putra Bhatara Desa Bedahulu.
Perkembangan selaanjutnya, setelah runtuhnya kerajaan-kerajaan di Bali, pembinanan kerajaan keagaman mulai kemunduran namun mulai tahun 1921 usaha pembinaan itu muncul dengan adanya Suita Gama Tirtha di Singaraja.

Kemudian pada 17-23 november tahun 1961 umat hindu berhasil menyelenggarakan Dharma Asrama oara Sulinggih di Campuan Ubud yang menghasilkan piagam landasan pembinaan budaya hindu di Indonesia. Dan pada tahun 1964 (7 s.d 10 Oct 1964), diadakan mahasabha Hindu Bali dengan ditetapkan Majelis Keagamaan yang bernama Parisada Hindu Bali .

  
REFRENSI

Parisada Hindu Dharma Indonesia


Sejarah Agama Hindu Di Indonesia







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar